# Perusahaan global rela sewa gedung kantor yang masih dalam tahap pembangunan demi bertahan di Singapura

- **Source:** Real Estate Asia
- **Published:** 2026-07-21T07:09:32.000Z
- **Author:** Alec Maquiling
- **Original:** https://realestateasia.com/indonesian/exclusive/perusahaan-global-rela-sewa-gedung-kantor-yang-masih-dalam-tahap-pembangunan-demi-bertahan-di-singapura
- **Topics:** Commercial & Industrial, Government & Policy, Regional Markets

## Featured rationale

Severe premium-space scarcity may sustain rental growth, while prompting occupiers to renew early, accept smaller or older CBD offices, or relocate to city-fringe locations.

## AI summary

With no major new Grade A CBD office completion expected until 2028, Singapore tenants are signing leases as early as 18 months before completion.

## Original article

Tidak ada pasokan Grade A CBD baru hingga 2028, paksa penyewa sewa ruang 18 bulan lebih awal.

Sewa kantor Grade A di kawasan central business district (CBD) Singapura diperkirakan terus naik hingga 2027, seiring minimnya tambahan pasokan ruang kantor yang masuk ke pasar sebelum 2028, menurut para konsultan properti.

“Kurangnya gedung kantor Grade A CBD baru membuat tekanan sewa di pasar sulit mereda,” ujar Alan Cheong, Executive Director of Research and Consultancy di Savills, dalam balasan tertulis atas pertanyaan yang diajukan. Ia mencatat bahwa sebagian besar kantor Grade A premium sudah hampir terisi penuh, sehingga mendorong harga sewa naik lebih tinggi.

Ia memperkirakan sekitar 455.000 kaki persegi (sq. ft.) ruang kantor akan rampung pada 2026, sebelum pasokan anjlok menjadi hanya 180.000 sq. ft. pada 2027. Menurutnya, penyelesaian proyek diperkirakan kembali melonjak ke 1,9 juta sq. ft. pada 2028, dengan asumsi proyek-proyek tersebut selesai sesuai jadwal.

Christine Sun, Chief Researcher and Strategist di Realion (OrangeTee & ETC) Group, mengatakan setelah Shaw Towers rampung pada kuartal kedua, tidak akan ada proyek kantor Grade A besar lain yang selesai di kawasan CBD hingga 2028.

Kedua perusahaan tersebut sama-sama memperkirakan sewa akan terus naik tahun ini, meski dengan besaran yang berbeda. Sun memproyeksikan sewa Grade A CBD akan naik 3% hingga 4% pada akhir tahun, dengan tingkat kekosongan tetap di bawah 5%. Sementara itu, Cheong memperkirakan sewa naik 5% hingga 7% dari level akhir 2025.

Ashley Swan, Executive Director of Commercial and Industrial di Savills Singapore, mengaitkan percepatan pertumbuhan sewa kuartalan ini dengan kelangkaan parah ruang kantor premium, di mana semakin banyak penyewa memilih memperpanjang kontrak sewa ketimbang pindah dan meninggalkan ruang yang kosong.

Kelangkaan ini juga mengubah cara pengukuran tingkat kekosongan. Cheong mengatakan Savills baru menghitung gedung yang baru rampung setelah enam bulan, guna menghindari perhitungan ganda terhadap ruang yang sudah disewa namun belum ditempati.

“Di pasar saat ini, bisa memakan waktu hingga satu tahun setelah gedung rampung sebelum benar-benar terisi penuh,” ujarnya, menambahkan bahwa hal ini bisa untuk sementara mengerek angka tingkat kekosongan yang dilaporkan, meski permintaan sebenarnya tetap kuat.

Sun mengatakan para penyewa kini beradaptasi dengan menandatangani kontrak sewa hingga 18 bulan sebelum gedung yang mereka incar rampung dibangun, pindah ke kantor yang sedikit lebih tua atau lebih kecil di dalam CBD, atau merelokasi diri ke kawasan city-fringe guna menekan biaya.

Cheong menambahkan, sewa gedung-gedung CBD yang lebih tua turut naik akibat kelangkaan ruang premium, meski tingkat kekosongannya tetap lebih tinggi dibanding kantor Grade A.

Sun mengatakan permintaan tetap ditopang oleh lembaga keuangan, perusahaan jasa profesional, dan bisnis yang terkait kecerdasan buatan, dengan perusahaan multinasional yang terus memprioritaskan ruang kantor premium.

“Risiko terbesar terhadap tren pengetatan ini justru datang dari luar pasar properti itu sendiri,” ujar Cheong. Ia mencatat bahwa perusahaan yang menghadapi kenaikan biaya bisa saja mengurangi kehadiran mereka di Singapura, dengan tetap mempertahankan operasi yang berhadapan langsung dengan pelanggan di kota tersebut, sembari memindahkan fungsi-fungsi pendukung ke lokasi lain.

## Chinese translation

> Translation model: grok

### 为留在新加坡，跨国企业愿提前租赁仍在建设中的写字楼

写字楼供应紧缺持续推高新加坡中央商务区租金。

2028 年前无新增甲级中央商务区（CBD）供应，迫使租户提前约 18 个月锁定空间。

物业顾问机构称，由于 2028 年前进入市场的新增写字楼供应有限，新加坡中央商务区（CBD）甲级写字楼租金预计将持续上涨至 2027 年。

第一太平戴维斯（Savills）研究与咨询执行董事 Alan Cheong 在书面回复中表示：“缺乏新的甲级 CBD 写字楼，使租金上行压力难以缓解。”他指出，大部分高端甲级写字楼已接近满租，从而进一步推高租金。

他预计约 455,000 平方英尺写字楼将于 2026 年竣工，2027 年供应将骤降至仅 180,000 平方英尺。在项目按期完工的前提下，预计 2028 年竣工量将回升至 190 万平方英尺。

Realion（OrangeTee & ETC）集团首席研究员兼策略师 Christine Sun 表示，萧氏大厦（Shaw Towers）于第二季度竣工后，直至 2028 年 CBD 将不会再有其他大型甲级写字楼项目完工。

两家机构均预计今年租金将继续上涨，但幅度有所不同。Sun 预计甲级 CBD 租金年内将上涨 3% 至 4%，空置率维持在 5% 以下；Cheong 则预计租金较 2025 年底水平上涨 5% 至 7%。

第一太平戴维斯新加坡商业与工业执行董事 Ashley Swan 将本季租金加速增长归因于高端写字楼严重短缺——越来越多租户选择续约，而非搬迁并腾出空置空间。

供应紧缺也改变了空置率的统计方式。Cheong 表示，Savills 对新竣工楼宇在六个月后才纳入统计，以避免对已租赁但尚未入驻的空间重复计算。

“在当前市场，楼宇竣工后可能需要长达一年才能真正满租，”他表示，并补充称这可能暂时推高所公布的空置率，尽管实际需求依然强劲。

Sun 表示，租户正通过以下方式适应市场：在目标楼宇竣工前最多 18 个月签约、迁入 CBD 内略旧或面积更小的写字楼，或搬至城市边缘地区以控制成本。

Cheong 补充称，由于高端空间紧缺，较旧 CBD 楼宇的租金也在上涨，尽管其空置率仍高于甲级写字楼。

Sun 表示，需求仍由金融机构、专业服务公司以及人工智能相关企业支撑，跨国企业持续优先选择高端写字楼。

“对这一收紧趋势的最大风险，其实来自物业市场之外，”Cheong 表示。他指出，面对成本上升的企业可能会缩减在新加坡的布局，保留面向客户的运营，同时将支持性职能迁往其他地点。
